Senin, 11 April 2016

Kelebihan dan kekurangan furniture built in VS furniture ready stock.

Holllla senorita.... eitz... bonjour senior. .. hmpr 3 minggu ga nengok ni blog ya. Maklum kejar pesenan. Jd g smpat liat2 blog pa lgi meebitin artikel. Pdhl byk di otak yg mau ditulis. Tp dah numpuk2 jd lupa mau nulis apa. Heheheh... baiklh yg inget aja sy coret2 dlu dsni. O iya ada update harga terbaru dr kami klik aja di sini
Udah siap? Kita mulai.....
Pstinya smua dah pd tau klo di pasaran dijual furniture built-in dan ready stock. Secara singkat,furniture built-in merupakan furniture yang dibuat atas permintaan pembelinya. Sedangkan, furniture ready stock adalah furniture jadi yang dibuat secara massal.Meskipun keduanya sama-sama berupa furniture, ada perbedaan mencolok yang dimiliki, antara lain :
1. Design
Perbedaan yang paling kentara terletak pada desain kedua jenis furniture ini. Pada furniture built-in, desainnya terlihat unik dan tidak pasaran karena dirancang secara pribadi. Sedangkan furniture ready stock, karena dibuat banyak sekaligus, maka modelnya pun menjadi terlihat kurang spesial.
2. Price
Harga furniture built-in cenderung lebih mahal daripada furniture siap pakai. Hal ini dikarenakan proses pembuatan furniture built-in biasanya lebih rumit. Belum lagi jika pembeli kurang bisa mendesain produk, maka ada biaya tambahan untuk menyewa jasa desainer interior.
(Dptkan jasa gratis desain interior hny di FUSIONterior) Sebaliknya, furniture yang diproduksi secara massal berharga lebih murah karena biaya operasional dalam pembuatannya bisa lebih ditekan.
3. Timing
Selanjutnya adalah dalam hal kepraktisan saat proses pengadaan furniture tersebut. Karena barangnya sudah ada dan tersedia, maka furniture ready stock lebih praktis. Kita cukup membayar harga furniture tersebut kemudian membawanya pulang. Sementara furniture built-in memerlukan serangkaian proses yang cukup panjang dan lama. Mulai dari pembuatan desain, pemesanan, pembuatan furniture, dan seterusnya.
4. Quality
Pada furniture ready stock, meskipun dibuat bersama-sama, ada saja furniture yang berkualitas tinggi dan paling rapuh. Itu sebabnya, anda harus memilihnya dengan cermat. Disamping material nya yg rata2 memakai partikel board.(urutan trakhir dlm kualitas kayu olahan plywood) Lain lagi dengan kualitas furniture built-in, karena semua bahan disortir sendiri, maka kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Dan kami tdk prnh memakai partikel board dlm kondisi & situasi apapun.
5. Satisfaction
Meskipun prosesnya lebih lama, tingkat kepuasan furniture built-in bisa mencapai seratus persen. Mengingat desain furniture tersebut sudah disesuaikan dengan desain ruangan yang akan ditempati. Apalagi jika desainnya dikerjakan oleh anda sendiri. Beda untuk furniture ready stock, meskipun lebih praktis, terkadang ukurannya kurang sesuai dengan ruangan yang kita miliki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar